Arifin Ilham : Antara Poligami, Dakwah dan Habib Rizieq

0
118
Foto : istimewa

Dai perintis dzikir akbar ini konsisten di jalan dakwah. Ia tidak peduli angin kencang menerpanya di pernikahannya yang ketiga.

Wartapilihan.com, Bogor –-Malam itu raut muka Ustadz Arifin Ilham terlihat kelelahan. Ia mengaku sudah dua hari tidak makan (nasi). Tapi ia tetap ceria dan menyambangi beberapa wartawan yang bersilaturahmi kepadanya. Beberapa jam ia menyampaikan ‘tausiyah’ dan menjawab berbagai pertanyaan.

“Shalat tahajud dan beristighfar di waktu sahur,” begitu nasihat pamungkasnya kepada para wartawan yang menemuinya di Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Rabu malam (11/10).

Arifin faham bahwa kini ia menjadi sorotan banyak fihak. Terutama tentang pernikahannya dengan janda dari Sunda berumur 37 tahun. “Saya bermimpi beberapa kali dan istri kedua-ketiga yang melamarnya,” kata Arifin dengan suara seraknya mengklarifikasi. Janda yang dinikahi Arifin ini punya anak dua.

Tentu Arifin bisa memilih gadis yang lebih cantik, tapi ‘dzikir dan mimpinya’ membawanya ke istri ketiganya ini.

Laki-laki keturunan ketujuh Syekh al Banjar Kiyai Besar di Kalimantan ini, biasa menghadapi kontroversi. Berbagai hujatan kepadaya karena mengekspos pernikahannya yang ketiga ini, malah menjadikannya bersemangat untuk membuat buku tentang Dzikir dan Poligami.

Arifin tidak setuju poligami dilaksanakan dengan sembunyi-sembunyi, karena akan menimbulkan banyak dusta.

Bagi Arifin, poligami (taaddud) jangan didasari oleh nafsu belaka. “Untuk taaddud, harus kuat iman, kuat ilmu, kuat harta, kuat fisik dan kuat dukungan keluarga,” terangnya. Ustadz perintis dzikir akbar ini menasehatkan jangan sampai poligami menjadikan istri pertama menderita.

“Karena itu didiklah istri itu cinta kepada Allah, Rasulullah, sahabat dan para ulama. Bukan cinta kepada diri kita,”terangnya. Dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka iman istri menjadi kuat. Maka Arifin senantiasa tiap minggu memberi pengajian khusus kepada istri-istrinya.

Selain itu, Arifin juga menasehatkan agar para suami yang ingin berpoligami, harus menjaga lebih dulu keistiqamahan shalat tahajud. Dengan begitu, maka wibawa suami menjadi tinggi dihadapan istrinya. Ustadz ahli dzikir ini punya kebiasaan, setelah tahajud bersama istri, biasanya istrinya berbaring menaruh kepalanya di paha Arifin. Ia kemudian mengelus-elus dan mendoakan istrinya itu.

Konsisten di Jalan Dakwah
Poligami sebenarnya hanya sebagian dari kehidupan dai ini. Inti kehidupan Arifin adalah dakwah. Ia bukan hanya dakwah kepada istri-istri dan keluarganya, Arifin pun giat berdakwah kepada kaum non Muslim. Lebih dari 600 non Muslim yang menyatakan diri berpindah ke Islam di Masjid Adz Zikra.

Ada sebuah kisah yang sangat menyentuh hati, ketika Arifin berhasil mengislamkan seorang pendeta yang bernama Freud. Web ‘kisahhikmah’ menuturkannya :
“Laki-laki ini merupakan seorang Pendeta. Anak pertamanya pemain musik di gereja. Anak keduanya menjadi vokalis gereja. Istrinya seorang Penginjil. Merupakan seorang penganut Kristen yang fanatik. Karena itu, ketika KH Muhammad Arifin Ilham berniat mendakwahi laki-laki bernama Freud ini, ada sahabat beliau yang berkata, “Mustahil, Ustadz. Mereka pemeluk Kristen fanatik.”

Namun, Kiyai Arifin tidak putus asa. Ujar beliau optimis, “Jika Allah Ta’ala Berkehendak, tiada yang mustahil.”

Sebab bertetangga, mereka pun sering bertemu. Bahkan, suara ketika mereka berlatih menyanyikan lagu-lagu gereja terdengar hingga kediaman Kiyai Arifin di Depok Jawa Barat. Nah, setiap bertemu, Kiyai Arifin juga selalu menyapa terlebih dahulu.

“Suatu pagi, Arifin pulang dakwah. Dibawain buah oleh panitia. Nah, pas bertemu dengan Pak Freud, Arifin bilang ke sopir, supaya berhenti terlebih dahulu. Ketika kami berhenti, Pak Freud ketakutan. Karena ada lima mobil yang mengikuti Arifin di belakang. Arifin keluar, lalu memberikan buah kepada Pak Freud.”

“Setelah itu,” tutur dai yang anak pertama dan keduanya sudah hafal 30 juz al-Quran ini, “kami pun menjadi akrab.”

Waktu berjalan. Interaksi semakin intens. Hingga suatu hari di Hari Paskah. “Waktu itu hari Jum’at,” kisah Kiyai Arifin, “Arifin hendak berangkat khutbah. Hujan deras. Lalu, Arifin pun mampir ke rumah beliau. Arifin jemput, lalu Arifin antarkan ke gereja. Karena beliau mau ngisi acara di Hari Paskah.”

Di tengah perjalanan, Kiyai Arifin memegang tangan Pak Freud. “Arifin pegang tangannya. Sudah keriput. Usianya 74 tahun. Karena kasihan (cinta), Arifin pun menangis. Dalam tangis itu, di hari Jum’at, saat hujan, Arifin mendoakan agar beliau masuk Islam.”

Rupanya, Pak Freud yang sudah senja melihat tangis Kiyai Arifin. “Ustadz, kenapa menangis?” tanyanya. “Tidak apa-apa, Pak.” jawab dai yang kini menetap di Sentul, Bogor, Jawa Barat ini.

Sehari setelah kejadian itu, Pak Freud datang ke rumah Kiyai Arifin. Beliau menggunakan setelan batik dan penutup kepala warna hitam. Katanya setelah bertemu Kiyai Arifin, “Ustadz, bolehkah saya mengikuti dzikir besok pagi?”

Kiyai Arifin pun sangat bahagia. Dengan dua tangan dan hati terbuka, Pak Freud diizinkan bergabung. “Waktu dzikir di Masjid al-Amru bi at-Taqwa, Pak Fred duduk di pojok belakang sebelah kanan masjid.”
i
Di tengah-tengah dzikir itu, Kiyai Arifin pun meminta jamaah untuk berdoa masing-masing, sesuai hajatnya. Padahal, maksud beliau, “Itulah sejarahnya dzikir, lalu diminta doa masing-masing. Waktu itu, Arifin ingin mendoakan Pak Freud. Kan bisa menyinggung kalau Arifin doa keras-keras agar beliau masuk Islam.”

Qadarullah, sehari setelah dzikir, “Tepat pada hari Senin, Pak Freud kembali ke rumah. Beliau menyatakan diri siap masuk ke dalam Islam.”

000
Semangat dakwah yang menggebu dari Ustadz Arifin ini menular pada anak laki-lakinya, Muhammad Yusuf Alvin Ramadhan. Alvin yang hafal Al Quran 30 juz, berhasil mengislamkan calon istrinya Larissa Chou sebelum menikahinya. Ketika menikah Alvin berusia 17 tahun dan Larissa 19 tahun.

Arifin juga tidak kenal lelah berdakwah ke seluruh Nusantara. “Jadwal ustadz penuh sampai dengan Desember 2018. Kalau ingin minta jadwal, mungkin bisa disesuaikan dengan tempat-tempat terdekat Ustadz mengisi ceramah,”kata Pak Khatib, salah satu asisten Arifin berkisah tentang padatnya jadwal pimpinannya.

Ia bukan hanya dakwah ke kalangan masyarakat bawah saja. Tapi, Arifin juga menebarkan dakwah ke para menteri, panglima TNI, Kapolri hingga presiden. “Saya pernah bertemu presiden bicara empat mata,” terangnya membuka rahasia. Ia menyatakan bahwa hubungannya dengan para petinggi di tanah air ini semata-mata untuk dakwah dan kemaslahatan umat.

Yang unik,  Pimpinan Majelis Az Zikra ini punya hubungan baik dengan hampir seluruh dai terkenal di tanah air. Mulai dari dai terkenal Khalid Bassalamah sampai Habib Rizieq Shihab. Bahkan dengan Habib Rizieq, Arifin bisa dikatakan sangat dekat. Dalam berbagai peristiwa politik di tanah air, mulai dari tuduhan-tuduhan ke Habib sampai ke Aksi Bela Islam, Arifin senantiasa mendampingi Habib.

Ketika Habib dituduh menghina Pancasila di oleh Sukmawati beberapa waktu lalu, Arifin memanjatkan doa via facebook-nya,” “Allahumma ya Allah lindungilah jagalah selamatkanlah dan berkahilah harakah imam mujahid kami, pahlawan negeri kami, guru kami tercinta ayahanda Doktor Habib Rizieq Syihab…aamiin.”

Tidak cukup sampai disitu, Arifin kemudian menuliskan doa panjangnya dengan judul ‘Doa untuk Ayahanda Habib Rizieq Syihab Tercinta’

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Sahabatku, simaklah Kalam Allah ini dengan iman,
“Tegakkan kebenaran, hancurkan kebathilan, pasti kalian dibenci para durhaka itu.” (QS Al Al Anfal 8).
Penyejuk Hati Pengugah jiwa
Sahabat Surgaku…
Bila luka itu teramat parah, jangan pernah merasa diri paling susah.
Bila suasana tak lagi mendamaikan, jangan pernah merasa diri tersisihkan.
Bila kita yakin bahwa tidak satu pun peristiwa itu hanya kebetulan, semua telah dirancang oleh Allah agar kita bisa memetik pelajaran.
Bahkan duri yang menusuk jari kita pun tak lepas dari pandangan Nya,
Agar kita menyadari bahwa semua yang Allah takdirkan akan berbuah kemuliaan.
Bila kita yakin, bahwa akan selalu ada terang setelah kegelapan.
Allah siapkan kemudahan seiring dengan hadirnya kesulitan.
Banyak sekali nikmat yang telah Allah swt berikan kepada kita yang tak bisa kita pungkiri.
Nikmat iman dan Islam yang telah kita rasakan telah merasuk sanubari.
Itulah karunia yang mampu menuntun kita untuk tetap tegar menapaki jalan Ilahi.
Pengorbanan, kesulitan, dan segala ujian yang ada di jalan ini adalah suatu fase yang akan mengantarkan kita untuk semakin merasakan indahnya kehidupan.
Kita tak akan pernah merasakan bahagia bila kita tak pernah merasakan kesedihan.
Kita tak akan pernah merasa lapang bila kita belum pernah mencicipi kesempitan.
Dan hanya orang-orang yang selalu bersyukur saja yang mampu merasakan segala titah sang pencipta Nya.
Bila kita yakin bahwa semua yang berlalu itu titah dari Sang Penentu maka langkah-langkah kita tak kan pernah jemu.
Dalam keadaan apa pun kita sanggup melalui, meski dakwah ini mengalami tantangan dan ujian yang semakin berat.
“Andai perjuangan ini mudah, pasti ramai yang menyertainya.
Andai perjuangan ini singkat, pasti ramai yang istiqomah.
Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan dunia, pasti ramai orang yang tertarik padanya.
Tetapi hakikat perjuangan bukanlah begitu, turun naiknya, sakit pedihnya, umpama kemanisan yang tidak terhingga.
Andai rebah, bangkitlah semula. Andai terluka, ingatlah Janji-Nya.” (Hasan Al Banna)
Al-Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata,
“Sesungguhnya kebatilan meskipun terkadang menang awalnya terhadap kebenaran dan lebih tinggi darinya, namun Allah pasti akan MENGHANCURKAN dan MENGHAPUS kebatilan tersebut. Dan menjadikan kemenangan untuk al-Haq dan ahlul Haq”.
Allhumma ya Allah lindungilah jagalah selamatkanlah dan berkahilah harakah imam mujahid kami, pahlawan negeri kami, guru kami tercinta ayahanda Doktor Habib Rizieq Syihab…aamiin.
Kami yang sangat mencintai beliau karena Allah. InsyaAllah akan bersama beliau di akhirat kelak, dan pembenci beliau akan dipisahkan dg beliau kelak di akhirat. “Yukhsyarul mar u maa man ahabbahu” seseorang kelak di akhirat dikumpulkan bersama siapa yg ia cintai di dunia.
“Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yg lain kecuali persahabatan karena Ketaqwaan (saling cinta krn Allah).” (QS Az Zuhruf 67).

Majelis Az Zikra juga dipakai pertemuan para ulama dan aktivis Islam –termasuk Habib Rizieq- ketika terjadi keputusan penting pemindahan demonstrasi Aksi Bela Islam 212 (2016) dari Jalan Thamrin-Sudirman ke Monumen Nasional (Monas).

Tapi meski Arifin aktif terlibat dan mengerahkan massa dalam Aksi 212 itu, Arifin juga memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Ahok suatu saat diberikan hidayah oleh Allah.

Lelaki kelahiran Banjarmasin, 8 Juni 1969 ini bertekad bahwa seluruh hidupnya akan terus berjalan di jalan dakwah kepada Allah SWT. Selain berdakwah keliling Nusantara, Arifin juga mengelola Majelis Az Zikra dan Pesantren Az Zikra yang lokasinya asri dan luas di Sentul, Bogor. Majelis ini mengadakan pengajian dan zikir akbar yang dihadiri puluhan ribu jamaah dari seluruh tanah air, tiap Ahad pagi minggu pertama tiap bulan.

Dakwah dengan prinsip lemah lembut akan terus dijalankan oleh laki-laki alumni Pesantren asy Syafiiyah Jakarta ini. “Kalau kepada Firaun saja, Allah perintahkan lemah lembut. Apalagi bukan Firaun. Siapapun yang ingin sukses dan berkah berdakwah, wajib mengikuti cara dakwah Rasulullah,” terangnya suatu ketika.

Firman Allah SWT : “Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa dan Harun) kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.  (QS Thaha 44). ||

Nuim Hidayat Dachli

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here