BAZNAS Dorong Mahasiswa UI Budayakan Zakat

0
26

Muslim di seluruh dunia turut membangun peradaban manusia dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals  (SDGs) melalui dana zakat. Kesadaran berzakat yang cukup tinggi membuat potensinya untuk menyukseskan SDGs sangat besar.

Wartapilihan.com, Depok –Tema ini menjadi pembahasan dalam Seminar Zakat on SDGs “Peranan Zakat untuk Mewujudkan SDGs” yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, Kamis (16/11).

Hadir lima pembicara dalam acara tersebut, yaitu Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta, Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS, Irfan Syauqi Beik, PhD. Selain itu  Manajer Pilar Sosial Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, Arum Atmawikarta, Technical Advisor for Innovative Financing UNDP,  M. Ikhsan Modjo dan Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia, Hamid Abidin.

Arifin Purwakananta mengatakan zakat tidak saja akan berperan dalam pendanaan berbagai program pencapaian SDGs, pada saat yang sama zakat akan ditantang dalam memberi gagasan bagi upaya perbaikan kehidupan Dunia.

Tahun ini, zakat di seluruh Indonesia yang dikumpulkan oleh BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) mencapai sekitar Rp 5 triliun. Dana sebesar itu telah diwujudkan dalam berbagai program Pemberdayaan untuk mustahik melalui pendekatan kebutuhan dan potensi masyarakat penerima manfaat.

Dari 17 poin SDGs, secara garis besar Gerakan Zakat berfokus pada 11 isu, antara lain pemberantasan kemiskinan, menghapusan kelaparan, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan.

Arum Atmawikarta mengatakan selain zakat, ada ritual keagamaan yang bisa berperan dalam pencapaian SDGs, yaitu wakaf dan sedekah.

Ketiganya berperan dalam program perlindungan sosial dan pengurangan kemiskinan.

Tujuan yang disasar adalah mewujudkan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Namun lebih jauh dari itu,  lembaga zakat melalui program-programnya  bisa berkontribusi pada tujuan yang lain seperti menghapus kemiskinan dan kelaparan.

Kemudian kesehatan dan kehidupan yang lebih baik, kesetaraan gender, inklusi keuangan serta mewujudkan perdamaian dan institusi yang kuat.

Sementara itu Dr Irfan Syauqi Beik menyatakan bahwa tujuan pembangunan mewujudkan kesejahteraan, bermakna kesejahteraan material dan spiritual. “Zakat ini ibadah multidimensi. Zakat mempunyai dimensi sosial ekonomi yang sangat besar,” paparnya. II

Izzadina

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here