BAZNAS – LZ Selangor Pacu Kebangkitan Zakat Dunia

0
16
BAZNAS dan LAZ Selangor

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membangun sinergi dengan Lembaga Zakat Selangot (LZS) Malaysia. Kedua organisasi pengelola zakat (OPZ) ini bertekad untuk bersama-sama memacu kebangkitan zakat dunia yang dimulai dari Asia Tenggara.

Wartapilihan.com, Jakarta –Hal itu mengemuka saat BAZNAS menerima kunjungan pengurus LZS yang dipimpin Kepala Divisi Komunikasi Korporasi dan Hubungan Lembaga Datin Setia Hajah Norajun Ainun binti Dato’ Mohd Hasyim beserta rombongan, di Kantor BAZNAS, Jakarta, Kamis (3//11/2017).

Hadir menyambut, Deputi BAZNAS M. Arifin Purwakananta, Direktur Koordinasi Pendistribusian dan Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Zakat Nasional Mohd. Nasir Tajang, Direktur Operasi Wahyu TT Kuncahyo dan sejumlah kepala divisi, kepala bagian BAZNAS.

“Mari kita bersama-sama memacu kebangkitan zakat dunia untuk menunjukkan kontribusi Islam terhadap upaya mewujudkan Tujuan-Tujuan Pembangunan Global atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang digagas Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Arifin.

Deputi BAZNAS pun mempresentasikan program-program yang akan, sedang dan telah berjalan, terutama di bidang penghimpunan (fundraising). Seperti zakat digital, kerja sama dengan e-commerce semisal Bukalapak.com, Tokopedia, Ebaba, Blibli.com, Mataharimall.com, Kurban Berdayakan Desa, Kurban Digital, konter zakat di mal dan perkantoran, Kopi Sepeda, aksi damai kampanye zakat dan kurban di area Car Free Day, dan sebagainya.

Arifin menjelaskan, BAZNAS memiliki tiga pilar komunikasi. Yakni, Humas yang mengurusi hubungan kelembagaan dan branding institusi, Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) yang melayani permintaan informasi, data dan dokumentasi dari masyarakat.

“Juga ada Marketing Communication (Marcomm) atau Komunikasi Pemasaran yang bertugas mendesain dan menciptakan strategi pemasaran produk dan program BAZNAS,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Norajun menyampaikan apresiasinya terhadap program-program BAZNAS. Ia juga menyatakan siap bersinergi dengan BAZNAS untuk turut memacu gerakan zakat dunia. “Banyak pelajaran yang kami dapatkan dari BAZNAS. Rasanya tidak cukup waktu beberapa hari berkunjung ke lembaga ini. Ke depan kami akan lebih intens menjalin komunikasi untuk bertukar pengalaman mengelola lembaga zakat,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Arifin memaparkan, BAZNAS telah menginisiasi perumusan Fiqih Zakat on SDG bersama Filantropi Indonesia. Perumusan fikih zakat melibatkan ulama, pegiat zakat, filantropi dan akademisi.

Diharapkan Fiqih Zakat on SDGs akan mendapat respons yang baik saat disampaikan pada high level meeting PBB. Sebagaimana diketahui, kini Ketua BAZNAS Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal World Zakat Forum (WZF) 2017-2020. “Dalam hal ini BAZNAS menjadi motor dari gerakan zakat dunia,” katanya.

Menurut Arifin, BAZNAS membuat fikih zakat sebagai sebuah contoh konsep untuk mempermudah pencapaian SDGs. BAZNAS berharap ketika fikih zakat dibawa ke New York, WZF sudah memperkenalkannya sebagai sebuah konsep dan gerakan untuk pencapaian SDGs.

Dia mengatakan, SDGs adalah kesepakatan dunia untuk perbaikan global. Maka, umat Islam akan menonton, menerima sumbangan atau ikut membantu memperbaiki dunia? Menurut dia, setiap Muslim harus menjadi bagian dari pihak yang membantu memperbaiki situasi glolbal. Sebab, tanpa SDGs pun umat Islam sudah diminta berpartisipasi membantu dunia. “Fiqih Zakat on SDGs adalah sebuah konsep dari umat Islam untuk bisa dipakai menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan SDGs,” ujarnya.

Arifin menjelaskan, selama ini umat Islam dipetakan sebagai negara yang perlu dibantu. Sementara, negara-negara maju, dalam hal ini Barat, dipetakan sebagai negara yang membantu. “Cara pandang seperti ini harus diubah,” ucapnya.

Dia mengakui, memang betul negara-negara Islam memerlukan bantuan dan penguatan untuk mencapai SDGs. Tetapi di negara-negara Islam pula terkandung kekuatan dan sumber daya yang bisa menyelesaikan masalah-masalah sehingga bisa tercapai SDGs. “Artinya, Islam tidak hanya dipandang sebagai masalah, tetapi juga menawarkan solusi pencapaian SDGs yang lebih baik,” ujarnya.

Dikatakan Arifin, kalau fikih zakat disampaikan kepada publik, maka Zakat on SDGs yang dikemas dalam bentuk fikih diharapkan dapat menggerakkan negara-negara Islam sehingga bisa turut serta dalam pencapaian SDGs. “Karena itu, peran umat Islam dalam pembangunan dunia ada pada posisi sebagai solusi,” katanya.

Sebagai informasi, fikih zakat berupa buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Arab. Fikih zakat juga akan dikemas dalam bentuk CD. “BAZNAS akan mencoba menyampaikannya kepada publik dengan bahasa-bahasa sederhana seperti melalui film kartun dan grafik yang mudah dipahami masyarakat,” ujarnya. II
Izzadina

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here