Merawat Lingkungan Pasca Idul Adha

by
Proses pengolahan isi rumen hewan ruminansia yang menjadi probiotik dapat menjadi bahan baku bagi pupuk dan pestisida, di Kampung Pasir Angling, Bandung, Jawa Barat. Foto: Riki Frediansyah.

Setiap bagian tubuh ternak mengundang berkah. Tidak hanya daging yang bisa dimakan, Rumen berupa bagian organ yang paling besar dari saluran pencernaaan ternak dapat diolah menjadi pupuk maupun pestisida bagi tumbuhan.

Wartapilihan.com, Bandung –Riki Frediansyah yang sudah lama bergelut di bidang peternakan,  mencoba mengintegrasikan antara ternak dengan tani. Lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengatakan, selain dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk dan pestisida, juga dapat digunakan sebagai probiotik cair dan probiotik padatan.

“Isi rumen hewan ruminansia kaya akan kandungan mikroba dan kandungan hayatinya. Pemerasan isi rumen, aromanya wah banget, karena banyaknya kandungan mikroba per 1 mili bisa 1-10 milyar bakteri,” papar Riki kepada Warta Pilihan, dari Kampung Pasir Angling,papar Riki kepada Warta Pilihan, dari Kampung Pasir Angling, Desa Sunten Jaya, Kec Lembang Bandung Bandung Barat, Kamis, (7/9/2017).

Menurut Riki, hal ini menjadi berkah tersendiri bagi para peternak sejenis ruminansia yang berupa sapi, domba, biri-biri dan kambing. Terlebih dalam momen idul adha kemarin, data dari Kementerian Pertanian yaitu sebanyak 1.432.940 ekor ternak disediakan untuk ibadah kurban tahun ini; terdiri dari 440.323 ekor sapi, 9.851 ekor kerbau, 755.288 ekor kambing dan 227.479 ekor domba.

Riki menjelaskan, probiotik (organisme baik) dari rumen tersebut memiliki manfaat yang besar. Tidak hanya untuk mempercepat proses fermentasi pupuk organik padat dan cair, tapi juga meningkatkan jumlah dan kandungan nitrogen alami.

“Juga untuk menghambat serta menekan pertumbuhan patogen pada tanah pertani, memperbanyak senyawa-senyawa organik didalam tanah dan tidak perlu ada lagi ketergantungan dengan pupuk kimia / anorganik,” paparnya.

Ia berharap, penyelenggara kurban di Indonesia selanjutnya bisa memanfaatkan rumen dari ternak agar tidak terjadi pencemaran di sungai, dan lebih bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. “Harapannya, para penyelenggara pemotongan hewan kurban/RPH atau DKM, tidak membuang limbah ternaknya ke sungai atau mencuci jeroannya ke sungai,” pungkas Riki.

Eveline Ramadhini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *