Pizaro Ditetapkan Sebagai Ketua Umum JITU

0
80
Muhammad Pizaro dikukuhkan sebagai Ketua Umum JITU oleh Agus Wadi (Ketua Umum JITU sebelumnya), di Cisarua, Bogor, Jum'at, (12/1/2018).

Kongres Jurnalis Islam Bersatu menetapkan Muhammad Pizaro sebagai Ketua Umum di tahun ini.

Wartapilihan.com, Bogor –Ketua Dewan Syura JITU, Ubaidillah Salman mengatakan, Muhammad Pizaro terpilih sebagai Ketua Umum JITU yang ditetapkan melalui penetapan Dewan Syura.

“Ketua ditetapkan bukan atas dasar permintaan, sebaliknya jabatan itu merupakan amanah. Mudah-mudahan ini membawa maslahat umat ke depan, terutama JITU,” kata Ubaidillah, di Cisarua, Bogor, dalam acara Kongres bertemakan ‘Mengokohkan Peran Strategis Jurnalis dalam Mengawal Kebangkitan Umat’, Jum’at, (12/1/2018).

Ketua JITU terpilih, Muhammad Pizaro menyatakan telah mengabdi di JITU sejak lima tahun lalu, sejak 2012. Meski menurutnya amanah tersebut berat karena tengah bertugas sebagai redaktur di Anadolu Agency, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk membagi waktu dan pikirannya.

“Karena ini amanah, meski berat saya coba akan melakukan yang terbaik untuk umat,” tutur Pizaro.

Dia menekankan, fokus kepada peningkatan kemampuan jurnalis muslim ialah hal yang penting. Menurutnya, saat ini umat Islam dan jurnalis muslim kerap mendapat sorotan. “Standar jurnalis kini telah berubah. JITU harus berubah,” kata dia.

Sementara itu, Agus Wadi yang merupakan mantan Ketua Umum JITU menyampaikan, penetapan ketua baru ini juga merupakan momen kebangkitan jurnalis muslim dalam meningkatkan peran dan profesionalitasnya.

Hal itu, menurutnya, dikarenakan antusiasme masyarakat dan umat terhadap media Islam yang kian tinggi.

“JITU sendiri merasakan bagaimana antusiasme masyarakat terhadap jurnalis muslim. Kode etik kami diapresiasi banyak pihak dari akademisi, praktisi, hingga ulama yang mampu menggali nilai-nilai Islam dalam jurnalistik,” ujar alumni S2 Universitas Indonesia (UI) ini.

Namun, Agus menyadari tugas JITU belum usai. Persoalan utama yang harus menjadi konsen bagi organisasi jurnalis muslim seperti JITU adalah peningkatan skill dan profesionalisme.

Karenanya, papar Agus, dalam setahun terakhir ini JITU telah menginisiasi Simposium Jurnalis Muslim di Padang, Sumatera Barat bersamaan dengan perhelatan pertemuan ulama dunia.

JITU juga menggelar pertemuan dengan Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk memperkuat fungsi ulama dan membangun sinergitas dengan media.

“JITU juga telah melahirkan dua karya berjudul ‘Mengetuk Pintu Langit’ tentang aksi bela Islam dan ‘Dari Kata Menjadi Senjata’ tentang konfrontasi Partai Komunis Indonesia dan umat Islam,” tandas Agus.

Ia berharap kongres ini kian mengukuhkan JITU sebagai organisasi jurnalis yang adil, independen, dan profesional.

 

Eveline Ramadhini

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here