Trump Resmi Akui Yerusalem Ibukota Israel

0
21
Sumber: detik.com

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akhirnya resmi menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel. “Kita tidak bisa menyelesaikan masalah kita dengan membuat asumsi gagal yang sama dan mengulangi strategi gagal yang sama di masa lalu,” kata Trump di kantornya Rabu waktu setempat (6/12) sebagaimana dikutip kantor berita apnews.com.

Wartapilihan.com, Washington –Trump tidak memedulikan penolakan keras yang datang dari beragam presiden dan perdana menteri negara-negara lain. Keputusan Trump ini dianggap dapat memimpin untuk kekerasan baru di wilayah ini.

Trump mengatakan bahwa dia mengarahkan Departemen Luar Negeri untuk memulai persiapan pemindahan  Kedutaan Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Trump mengatakan langkah tersebut adalah pengakuan akan realitas. “Hari ini kita akhirnya menyadari hal yang sudah jelas,”terangnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pengumuman Trump sebagai “langkah penting menuju perdamaian,” dan pemimpin oposisi Israel menggemakan pujiannya. Namun Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa pergeseran Trump melayani kelompok ekstrimis itu adalah penarikan diri dari menjadi mediator perdamaian. Pengunjuk rasa di Gaza membakar bendera Amerika dan Israel beberapa hari lalu.

Di Yordania, tempat tinggal penduduk Palestina yang besar, pejabat AS mengatakan akan menutup kedutaan besarnya ke publik pada hari Kamis (12/7) dan mendesak anak-anak diplomat untuk tinggal di rumah.

Selasa lalu (5/12), Presiden Turki Erdogan mengancam keras kepada Trump bila mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. “Kami akan melanjutkan perjuangan atas permasalahan ini dengan melakukan berbagai pertimbangan. Dan itu bisa berupa memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel,”tegas Erdogan ketika berbicara di depan pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan yang dipimpinnya.

Erdogan menyatakan kesedihan mendalamnya dengan tingkah Amerika Serikat ini. “Saya ingin menyampaikan kesedihanku terkait dengan laporan bahwasnya Amerika Serikat sedang mempersipakan diri untuk menyatakan bahwa Al Quds (Yerusalam) adalah ibukota Israel.

“Al Quds, Tuan Trump, adalah red line (ambang batas kesabaran) umat Muslim. Ketika luka penduduk Palestina semakin parah, pelanggaran HAM, persekusi, dan serangan terus berlanjut, mengambil keputusan yang mendukung Israel, tidak hanya melanggar hukum internasional tetapi juga menginjak-injak nurani kemanusiaan,” terang rdogan.

Sebagai tuan rumah Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Erdogan akan akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan tegas.  “Jika keinginan itu tetap dijalankan kami akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan negara OKI di Istanbul dalam 5-10 hari. Dan bahkan kami akan melangkah lebih jauh. Kami akan memobilisasi Muslim di seluruh dunia dengan adanya kejadian ini. Terima kasih kepada pimpinan pertemuan ini. Karena insiden ini bukanlah kejadian biasa saja.Apakah AS tidak ada pekerjaan lain? Apakah mereka sudah menyelesaikan permasalahan Daesh (ISIS)? Saat ini Netanyahu (PM Israel) tidak bisa menyelesaikan permasalahan internal yang terjadi di Israel,” paparnya dalam pidatonya yang emosional.

Sementara itu kelompok militant Hamas di Gaza menyatakan bahwa keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, adalah membuka gerbang-gerbang neraka (opens the gates of hell).  “Trump’s decision on Jerusalem will not succeed in changing the fact that Jerusalem is an Arab Muslim land,” kata salah seorang juru bicara Hamas, sebagaimana dikutip independent.co.uk hari ini.

Sementara itu, pejabat Hamas lainnya, Ismail Ridwan mendesak negara-negara Arab dan negara Islam agar memutus hubungan politik dan ekonomi dengan kedutaan besar Amerika Serikat dan mengusir duta besarnya untuk melumpuhkan keputusan itu. ||

Izzadina

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here