Ada Perang Cyber di PilPres 2019, Benarkah?

by
Sumber Foto: https://mse238blog.stanford.edu

Anda menerima pesan berantai di WAG atau di laman FB pribadi Anda yang memperingatkan adanya potensi pertarungan di dunia maya dalam rangka Pilpres 2019. Diprediksi modus yang sama seperti kemenangan Pilpres Amerika bisa terulang di Indonesia.

WartaPilihan.com, Depok—Isi pesan berantai itu diantranya, ada prediksi kubu Capres 01 sudah optimis menang dengan angka 58,31%. Tidak dijelaskan sumber prediksi itu darimana. Apakah dari lembaga survey atau dari timses.  Yang dijelaskan selanjutnya adalah mengenai reputasi pembawa info ini. Penyampai pesan  menyatakan dirinya sebagai ahli IT yang telah belajar hampir 7 tahun di Eropa dan bergabung dengan beberapa komunitas hacker……bukan reputasi sembarangan. Masterpiece karya ‘beliau’  adalah terlibat dalam kegiatan hacking dan cracking untuk memenangkan Donald Trump.

Angka prediksi 58,31% ini hasil kerja yang mirip dengan tim hacker yang memenangkan Donald Trump. Tentu saja tim hacker ini didukung dana tidak terbatas. Demikian tegasnya.

Bagian akhir ‘beliau’ mengemukakan kekecewaan, karena masa yang datang pada Reuni Akbar 212 yang ‘dianggap’ representasi pendukung 02, belum menyadari pentingnya perang cyber ini. Padahal berkumpulnya sekian banyak orang bisa digalang kekuatan donasi puluhan milyar.

“Tapi, umat islam blm sadar betul ancaman cyber vandals tersebut, sehingga Reuni 212 hanya ajang selfie ria tanpa pulang membawa strategi yang subtansial dalam menghadapi pertarungan nyata di Pilpres 2019…”

Terakhir,  tokoh mistrius yang menyebut dirinya Mr. Jabriex Black Devil ini mengingatkan, server KPU dalam bahaya…

Pesan viral ini, cukup mendapat respon netizen.  Seorang teman yang intens dengan aktifitas hacker underground menyatakan sudah bersiap untuk menghadapi kemungkinan ‘perang cyber’ ini.

Lepas dari benar atau tidaknya, di dunia maya, setiap informasi tidak bisa 100% dianggap benar atau 100% dianggap tidak benar.

Mari kita tanya pendapat lain dari ahli IT juga, yang dari muda memang intens di bidang Teknologi Informasi.

Ketika dimintai komentarnya mengenai ‘Perang Cyber’ dalam Pilpres 2019 dan kemungkinannya terulang seperti Pilpres Amerika, Dr.  Munawar (Pengajar di Universitas Indonusa Esa Unggul) berujar:

“Lho di Indonesia kuncinya di hitungan manual. Itu yang harus dikawal. Urusan server gampang buat redundant system yang ‘stand alone’ di kubu Prabowo dan KPU, satu ga perlu terhubung ke internet dan yang lain terhubung ke internet. So, komputer hanya untuk backup.  Bukan rujukan. Nanti begitu ada yang berbeda antara yang ‘stand alone’ dan yang terhung ke  internet tinggal di-investigasi dan hukum seberat-beratnya pihak-pihak yang mencederai pesta demokrasi.”

“Sekali lagi di Indonesia, hasil akhir hanya dari hitung manual yang offline..”, demikian tutup Dr. Munawar.

Jadi, silakan berkontribusi di dunia maya maupun di dunia nyata. Sepertinya sama-sama penting dilakukan kontestan dan pendukung masing-masing. Yang penting Pilpres ini tetap menyenangkan dan mencerdaskan.  Wallahu A’lam.

Abu Faris,
Praktisi Media sosial tinggal di Depok
https://www.linkedin.com/in/kus-kusnadi-42214635/