Mari Berkebun: Bebas Hama dengan Bunga

by

Menggunakan sebanyak mungkin teknik alami di kebun atau pekarangan Anda adalah cara tersehat untuk melindungi lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda. Tapi bagaimana Anda bisa melindungi Taman Surga Anda dari serangga dan makhluk yang ingin membuatnya menjadi makan malam mereka? Bagaimana Anda bisa menahan diri dari senjata mematikan, seperti pestisida sintetis? Ada cara alami untuk itu.

WartaPilihan.com, Depok–  Pestisida Sintetik sangat menjanjikan efektifitasnya .  Pembuat pestisida sintetis sangat pintar dalam pekerjaan mereka. Bahkan, mereka ‘terlalu’ bagus, dan itu biasanya disertai dengan harga yang bagus juga. Bahan kimia sintetis (baik pestisida atau herbisida) tampaknya bekerja lebih cepat pada awalnya. Namun, dalam jangka panjang, Anda akan menemukan bahwa mereka tidak lebih efektif daripada cara alami dan biasanya berakhir dengan lebih banyak kerugian daripada kebaikan. Pestisida tidak membedakan antara organisme baik dan jahat. Mereka membunuh semuanya, termasuk penyerbuk dan serangga bermanfaat lainnya. Selain itu, mereka tidak memberikan manfaat apa pun untuk lingkungan, satwa liar, dan tubuh kita.

Terus-Menerus Memperbaiki Tanah Taman Anda

Garis pertahanan pertama melawan hama kebun adalah memperbaiki tanah Anda secara berkelanjutan. Bahkan tanah yang paling subur pun, akhirnya akan terkuras habis secara nutrisi karena digunakan oleh  tanaman yang lapar. Tanah yang terkuras secara nutrisi = tanaman yang kekurangan nutrisi (tidak sehat), dan tanaman yang tidak sehat adalah magnet bagi hama dan penyakit. Berikut ini beberapa kiat untuk memperbaiki tanah kebun:

  • Sampai kapanpun, jangan pernah memindahkan humus dari kebun. Justru secara teratur tambahkan kompos dan bahan alami lainnya ke bedengan kebun dengan cara menumpuk di atasnya. Selanjutnya cacing dan organisme pengurai yang menguntungkan akan melakukan pekerjaannya untuk Anda.
  • Rotasi tanaman di kebun Anda. Banyak hama (dan penyakit) hanya menyukai pada keluarga tanaman tertentu. Misalnya, kutu kubis sangat tertarik pada tanaman dari keluarga brassica (tanaman kol). Pada musim tanam pertama, hama yang menemukan keluarga Brassica tak tertahankan akan mencari tanaman inang potensial. Mereka mungkin (atau mungkin tidak) menemukan brokoli Anda di tahun pertama ini. Tapi begitu mereka melakukannya, mereka mulai mendirikan ‘kemah’ untuk selamanya. Anda dapat menggagalkan upaya mereka untuk musim depan dengan cara rotasi tanaman. Jika Anda menanam brokoli di salah satu bedengan taman Anda tahun ini, tahun depan tanamlah di bedengan yang berbeda. Lakukan hal yang sama dengan setiap keluarga tanaman.
  • Mulailah tumpuk kompos Anda sendiri. Kompos adalah tumbuhan dan hewan yang benar-benar sudah terurai, membuatnya siap untuk penyemaian. Kompos menjadi sumber nitrogen, fosfor, kalium, ditambah nutrisi lain (tergantung pada bahan organik sumbernya) seperti tembaga, besi, yodium, mangan, boron, kobalt, dan molibdenum. Kompos juga membangun tanah kebun yang subur dan gembur, jadi lakukan penambahan kompos ke bedengan kebun setiap ada kesempatan. Cara yang paling hemat biaya untuk memiliki persediaan kompos yang tetap adalah dengan membuat sendiri.
  • Tanam pupuk hijau (tanaman penutup/mulsa hijau). Pupuk hijau, atau tanaman penutup, adalah kacang-kacangan, biji-bijian, atau rumput yang ditanam di bedengan kebun untuk mensuplai nitrogen, menghambat gulma, mencegah erosi tanah, dan menambahkan bahan organik. Kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang bulu, semanggi merah, dan kedelai (edamame) “menyediakan” nitrogen melalui bakteri yang hidup di akar mereka. Setelah legum mulai berbunga, segera tebang dan kubur, dengan cara ini legum akan melepaskan nitrogen ke dalam tanah.

Panggil Predator Alami

Bumi kita ini sangat mengagumkan dalam menyediakan keseimbangan untuk semua hal. Dia selalu memiliki jawaban untuk mengendalikan kelebihan populasi hama: predator alami, termasuk serangga dan hewan lainnya. Sebagai contoh, kepik dari larva hingga dewasa akan memakan 5.000 kutu daun pada saat mereka mati, sementara larva lacewing hijau mengkonsumsi 60 kutu daun satu jam. Yang perlu Anda lakukan adalah mendorong mereka untuk mengunjungi kebun dengan menanam apa yang mereka sukai. Serangga predator akan datang untuk makanan pembuka (tanaman) dan tinggal untuk hidangan utama (hama). Bonus: Predator sering kali berfungsi ganda sebagai penyerbuk yang efektif di kebun. Cari tahu tanaman apa yang disukai predator alami yang tersedia di lokasi kebun Anda. Berikut info grafik beberapa tanaman dan hama apa yang dapat dihambatnya:

By the way, tidak semua predator adalah serangga. Banyak burung, akan senang berpesta dengan hama kebun seperti kumbang mentimun, belalang, serangga tongkat, dan kutu daun.

Tidak Beracun dan Beracun Rendah

Ketika ada wacana mendefinisikan pestisida beracun, tidak beracun dan rendah racun, ada dua aliran pemikiran. Yang pertama adalah bahwa banyak pestisida alami, baik yang dibeli atau yang dibuat oleh tukang kebun, dianggap “tidak beracun.” Sebagai contoh, sabun insektisida adalah ramah lingkungan dan tidak beracun bagi manusia, hewan peliharaan, dan satwa liar. Saya pikir ini benar untuk sebagian besar (meskipun dapat mengganggu kulit sensitif, serta mata). Namun, bisakah sabun insektisida membedakan antara hama dan serangga yang menguntungkan? Tidak.

Jadi pertanyaan yang lebih tepat adalah: tidak beracun bagi siapa? Di sinilah kita perlu pemikiran lain, yaitu bahwa apa pun yang membunuh sesuatu tidak dapat diberi label sebagai benar-benar tidak beracun. Definisi mana pun yang benar bagi Anda, satu hal yang pasti: produk berikut ini jauh lebih tidak beracun bagi lingkungan, manusia, dan hewan daripada alternatif sintetis mereka. Konon, beberapa pestisida alami masih sangat beracun bagi lebah.

Hand-to-Hand Combat

Terkadang Anda tidak dapat mengalahkan hasil kerja manual dengan tangan yang  bagus walaupun kuno ini. Hama diambil dengan tangan dari tanaman Anda dan langsung dimatikan atau tenggelamkan  dalam ember air sabun. Atau berikan hama ini untuk makan ayam Anda. Biar lebih efektif, kumpulkan anak-anak, keponakan, dan anak-anak tetangga. Bayar mereka untuk keterampilan berburu hama.  Dan satu lagi, Jangan pernah meremehkan semburan selang air. Teknik ini sangat efektif pada kutu daun dan serangga berbadan lunak lainnya. Pastikan untuk menyesuaikan kekuatan aliran sehingga tidak memukul daun tanaman dalam prosesnya.

Hambatan Fisik –

Hambatan fisik seperti penutup bedeng , jaring, dan lempeng  tembaga bekerja sangat baik melawan banyak hama seperti siput, cacing pita, kutu kutu, serangga labu, dan banyak lagi. (Jangan lupa bahwa penutup bedeng dan jaring juga akan membuat penyerbuk tidak mengunjungi tanaman Anda. Jadi, singkirkan penghambat fisik ini saat tanaman sedang mekar.)

Sabun Insektisida – Sabun insektisida adalah sabun (bukan detergen, gunakan sabun alami) campuran yang melapisi tubuh serangga dan mengeringkannya. Bekerja dengan baik pada serangga berbadan lunak seperti kutu putih, kutu daun, sisik, dll. Sangat beracun bagi lebah.

Minyak Hortikultura – Minyak hortikultura dibuat dengan berbagai minyak (mineral, sayuran, kedelai, dll.) Dan bekerja dengan cara mengganggu bagaimana beberapa serangga – seperti kutu daun – makan, meracuni orang lain, dan menyumbat telur serangga. Sangat beracun bagi lebah.

Apakah Praktek Pengendalian Hama Alami Benar-benar Bekerja?

Saya sering mendengar orang berkata bahwa mereka tidak percaya metode alami bekerja hampir sama dengan obat-obatan  yang ditemukan di rak-rak toko. Saya selalu bertanya-tanya apakah mereka dengan pola pikir ini pernah benar-benar mencoba teknik dan strategi alami? Metode pengendalian hama alami memang berhasil, terutama jika beberapa teknik diimplementasikan pada saat yang bersamaan. Ya, Anda mungkin kehilangan beberapa bibit dimakan siput atau menemukan beberapa lubang di sayuran yang kita tanam. Tetapi pada akhirnya, praktik berkebun alami masih menawarkan praktik yang paling ramah untuk orang-orang, hewan, dan Bumi untuk menjaga keseimbangan yang sehat di kebun. Wallahu A’lam

Abu Faris

Praktisi, alumni 7th Permaculture Design Course, Bumi Langit Institute

Bacaan:

https://www.ereplacementparts.com/

http://www.permaculture.magazine.com