Hipertensi, Haruskah Kurangi Garam?

by

Hipertensi adalah suatu kondisi saat tekanan dalam darah melambung sangat tinggi. Tekanan darah yang terlalu tinggi ini tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kalau dibiarkan, bisa-bisa penyakit jantung dan pembuluh darah menyerang Anda. Maka itu harus ditangani dengan tepat salah satunya yakni dengan mengatur makanan untuk orang hipertensi secara rutin.

Wartapilihan.com, Jakarta – Hal tersebut disampaikan oleh dr. Arti Indira, M.Gizi, Sp.GK. dokter ahli gizi dari hellosehat.com. Ia mengatakan, debenarnya, kebutuhan energi untuk orang dengan hipertensi sama dengan kebutuhan energi untuk orang tanpa hipertensi. Akan tetapi, ketika orang dengan hipertensi tersebut memiliki berat badan yang berlebih,tentu jumlah kalori yang masuk harus disesuaikan dengan kondisinya.

“Sebab, penelitian menunjukkan berat badan berhubungan langsung dengan tekanan darah, oleh karena itu semua pasien overweight atau obesitas dengan hipertensi disarankan untuk menurunkan berat badan dan mencapai lingkar pinggang normal,” tutur dr. Arti, Kamis, (15/11/2018).

Penurunan berat badan sebesar 4-5 kg pada pasien overweight dengan hipertensi dapat menurunkan tekanan darah sistolik 4-7 mmHg dan diastolik 3-6 mmHg. Semakin banyak berat badan yang turun maka tekanan darah pun akan normal dan terjaga.

“Biasanya, orang yang mengalami berat badan berlebih, dianjurkan untuk mengurangi asupan kalori hariannya sebesar 500-750 kkal. Jadi, jika sebelumnya dibutuhkan 2000 kalori per hari, maka untuk menurunkan berat badan kebutuhan energinya dipangkas menjadi 1200-1500 kkal,” tukasnya.

Rekomendasi yang mengatur makanan untuk orang hipertensi salah satunya adalah dengan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet, atau disebut diet DASH. Diet ini dianjurkan pada orang dengan hipertensi untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Diet DASH merupakan prinsip diet yang mengharuskan Anda untuk mengonsumsi lebih banyak serat dari buah-buahan, sayuran, gandum utuh, memilih sumber yang rendah lemak, serta membatasi asupan natrium.

“Alih-alih mengonsumsi natrium, diet DASH ini menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan tinggi kalium, kalsium, dan magnesium yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal,”

Dia menjelaskan, pasien penderita –hipertensi harus menghindari makanan seperti kafein dan alkohol. Dia melanjutkan, pasien darah tinggi masih boleh menggunakan garam dapur dengan beberapa syarat tertentu, tergantung dengan kondisi tekanan darah Anda saat itu. Natrium di dalam garam yang membuat Anda harus membatasi bumbu dapur ini.

“Jadi, sebenarnya Anda tidak hanya harus membatasi penggunaan garam saja, tapi berbagai makanan yang mengandung natrium tinggi. Walaupun natrium dapat membuat tekanan darah naik, pada dasarnya tubuh tetap membutuhkan mineral ini untuk membantu pengaturan cairan di ginjal,”

Ketika ginjal menyaring darah dan mengeluarkan zat-zat sisa yang tidak diperlukan melalui urin, organ ini memerlukan peran natrium dan kalium. Kata dia, terlalu banyak mengonsumsi natrium, justru akan mengganggu fungsi ginjal dalam menyaring dan mengeluarkan cairan yang berlebihan. Akhirnya, cairan di dalam tubuh justru menumpuk.

“Tumpukan cairan ini menekan area pembuluh darah yang menuju ginjal, sehingga aliran darah tidak lancar dan menyebabkan tekanan darah naik. Maka itu, salah satu aturan yang penting dalam diet untuk orang dengan hipertensi adalah membatasi penggunaan garam dan makanan yang mengandung natrium,” tegasnya.

Natrium untuk orang dengan hipertensi disarankan antara 1500-2300 mg per hari atau setara dengan tiga perempat hingga satu sendok teh garam.

“Beberapa orang mungkin tidak mengalami penurunan tekanan darah tinggi setelah membatasi penggunaan garam dapur. Justru lebih banyak orang yang tekanan darahnya turun setelah mengurangi asupan natriumnya,”

Biasanya, kondisi ini dialami oleh orang yang sensitif terhadap natrium seperti lansia, diabetesi yang punya tekanan darah tinggi dan orang dengan penyakit ginjal kronik. Meski dibatasi, garam dan natrium juga tidak boleh dihindari sama sekali, karena masih dibutuhkan oleh tubuh dan memengaruhi kerja jantung. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis gizi terkait berapa banyak natrium dan garam yang harus Anda pangkas sehari.

“Sekarang ini telah banyak produk garam yang diklaim aman untuk para pengidap hipertensi. Namun, produk ini masih menjadi tanda tanya besar bagi kebanyakan orang dengan hipertensi. Sebenarnya, benar-benar perlu produk seperti ini atau tidak, sih?” jelasnya.

Menggunakan garam khusus untuk hipertensi tidak terlalu dibutuhkan. Pada dasarnya, penderita bisa mengakali makanan yang agak hambar, karena tidak menggunakan garam dapur, dengan cara menambahkan berbagai bumbu dan rempah supaya rasanya semakin kuat.

“Justru cara seperti itu lebih aman ketimbang menggunakan garam khusus hipertensi. Beberapa garam khusus hipertensi mengandung kalium klorida. Zat ini harus dihindari oleh orang-orang yang harus membatasi asupan kalium hariannya,” terang dia.

Selain itu, garam laut yang katanya memiliki kandungan natrium yang lebih rendah daripada garam meja, nyatanya tak sepenuhnya aman dan dianjurkan. “Garam laut ternyata mengandung berbagai mineral lain yang cukup tinggi, sehingga harus diwaspadai oleh Anda yang punya hipertensi,”

Selain mengatur makanan untuk orang hipertensi, lakukan tips yang dianjurkan oleh dr. Arti, yaitu melakukan olahraga secara rutin, minimal 30 menit per hari, berhenti merokok, terapi relaksasi dan kelola stress, selalu baca label nilai gizi dalam makanan/minuman kemasan terutama kandungan natriumnya. Pilih makanan yang memiliki %AKG (Angka Kecukupan Gizi) atau % DV (Daily Value) natrium 5% atau kurang.

“Hindari makanan kemasan yang memiliki %AKG atau %DV natrium di atas 20%. Juga, minum obat hipertensi teratur jika sudah didiagnosis hipertensi, bahkan saat tensi normal. Jangan lupa selalu konsultasikan dengan dokter untuk menyesuaikan dosis obat hipertensi yang dibutuhkan,” pungkas dia.

Eveline Ramadhini