ISIS Menyerang Paramedis

by
kota Raqqa Suriah sumbhttp://ketemulagi.com/wp-content/uploads/2015/12/Raqqa.jpgr: V

Kelompok paramedis White Helmets (Helm Putih) diserang oleh kelompok bersenjata. Sedikitnya tujuh orang anggota Helm Putih tewas dalam serangan biadab tersebut.

Wartapilihan.com, Idlib – Kelompok bersenjata pada Sabtu (12/8) pagi waktu setempat menyerbu sebuah kantor  paramedis Suriah yang aktif di daerah yang dikontrol oleh kelompok oposisi. Serangan tersebut menewaskan tujuh anggotanya dan mencuri dua kendaraan dan peralatan lainnya di wilayah barat laut. Sementara itu, sebuah serangan bunuh diri di selatan negara tersebut menewaskan setidaknya 23 pejuang oposisi. Serangan tersebut terjadi pada dini hari di kota Sarmin.

Tidak ada yang  mengaku bertanggung jawab atas serangan yang jarang terjadi tersebut. Sarmin berada di Provinsi Idlib, yang menyaksikan bentrokan baru-baru ini antara pejuang yang terkait dengan al-Qaeda dengan anggota kelompok Ahrar al-Sham ultrakonservatif yang diakhiri dengan pejuang al-Qaida  menguasai sebagian besar wilayah tersebut.

Al-Qaida yang terkait dengan Hay’at Tahrir al Sham – Arab untuk Komite Pembebasan Syam dan juga dikenal sebagai HTS – mengatakan selama beberapa pekan terakhir para anggotanya telah menemukan sel-sel tidur dari kelompok ISIS yang merencanakan serangan. Afiliasi Al-Qaida, yang dulu dikenal sebagai Front Nusra, telah melakukan pertempuran mematikan dengan ISIS selama beberapa tahun terakhir.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa ketujuh orang tersebut terbunuh setelah ditembak di kepala. Pembunuhan tersebut terjadi saat relawan dari Helm Putih tiba untuk memulai peralihan dan menemukan mayat rekan mereka.

“Sampai sekarang ini kemungkinan besar adalah sebuah kejahatan, mungkin juga sebuah serangan yang bertujuan untuk menyakiti citra Front Nusra dan menunjukkan bahwa Idlib tidak aman,” kata Rami Abdurrahman yang mengepalai Observatorium.

Seorang aktivis oposisi yang berbasis di Idlib yang telah memberikan The Associated Press informasi tentang provinsi tersebut selama bertahun-tahun mengatakan bahwa penyerang menggunakan pistol yang dilengkapi dengan peredam suara.

Aktivis tersebut, yang meminta namanya disamarkan,  mengatakan bahwa sel tidur ISIS telah ditemukan di Sarmin. Dia menambahkan bahwa sebagian besar anggota ISIS melakukan serangan tersebut untuk menunjukkan bahwa Idlib tidak aman. Aktivis tersebut mengatakan bahwa Komite Yudisial terkait HTS sedang menyelidiki kasus tersebut.

Sarmin dulunya adalah kubu kelompok ekstrimis Jund al-Aqsa, yang bentrok dengan al-Qaida tahun lalu, sebelum banyak anggotanya diizinkan untuk pergi ke daerah-daerah yang dikuasai ISIS yang mereka perjuangkan sekarang.

Kelompok Helm Putih Suriah telah diketahui mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan orang dari perang saudara.

Di tempat lain di Suriah, seorang penyerang bunuh diri meledakkan dirinya di dalam sebuah kamp pelatihan untuk kelompok pejuang oposisi Jaiysul Islam di kota selatan Naseeb, dekat perbatasan dengan Yordania, menewaskan lebih dari 20 pejuang.

Observatorium mengatakan pada hari Sabtu (12/8) bahwa ledakan Jumat malam menewaskan 23 orang dan melukai 20 lainnya, beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Ahmad al-Masalmeh, seorang aktivis oposisi yang berbasis di provinsi selatan Daraa, mengatakan sekitar 80 anggota Jaiysul Islam sedang makan malam di dalam sebuah tenda ketika penyerang bunuh diri tersebut masuk dan meledakkan dirinya. Dia mengatakan 30 tewas, 20 lainnya luka-luka, dan 6 lainnya masih hilang.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman mematikan tersebut, namun ISIS sebelumnya telah mengklaim serangan tersebut.

Moedja Adzim