Pariwisata Ramah Anak

by
Foto: anekatempatwisata.com.

Menyambut libur panjang tahun ajaran 2018/2019 pada satuan pendidikan sekolah dasar dan menengah yang bertepatan dengan liburan peringatan hari besar Islam yakni hari raya Iedul Fitri , Kementrian Pariwisata Republik Indonesia dengan Komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI) memandang penting menyampaikan himbauan dan ajakan untuk melaksanakan pariwisata dengan mengutamakan pada perlindungan anak.

Wartapilihan.com, Jakarta —Hal tersebut disampaikan oleh Rizki Handayani, Deputi Bidang Kelembagaan Menpar RI sekaligus bagian dari KPAI. Ia menjelaskan, perlindungan dan penghormatan salah satu hak anak ini harus dipenuhi, yakni melaksanakan rekreasi.

“Hal tersebut disebutkan dalam Konvensi Hak Anak (KHA) Klaster VII pasal 31 bahwa salah satu hak anak adalah pemenuhan atas waktu luang, bermain dan berbudaya(child’s right to leisure, play and culture) yang wajib dilindungi oleh Negara,” kata Rizki, Rabu, (13/6/2018), di Jakarta.

Derasnya animo berwisata dalam mengisi liburan anak-anak dan keluarga saat ini mengharuskan penyelenggara pariwisata dan masyarakat terutama keluarga bahu membahu mewujudkan pariwisata yang ramah anak yang fokus terhadap keselamatan anak.

Maka dari itu, Rizki menghimbau agar orang tua turut memandu dalam memilih dan menentukan tempat hiburan yang diinginkan anak dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan bagi anak sesuai dengan usia dan tumbuh kembangnya.

“Peran orang tua harus mengutamakan keselamatan jiwa anak dengan mencegah segala bentuk kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan pada anak dengan memasang identitas anak sebelum ke tempat wisata bila diperlukan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengimbau agar orang tua senantiasa mendampingi anak-anak baik secara langsung (bersama orang tua) atau pun tidak langsung (tanpa orang tua) dalam aktivitas liburan anak dengan tetap memperhatikan keperluan dan kebutuhan anak di lokasi pariwisata

“Orang tua senantiasa mengawasi dan mengontrol anak dengan baik untuk memastikan aktivitas anak tidak melanggar aturan-aturan di tempat pariwisata. Peran orang tua diharapkan turut membangun edukasi dengan penuh kasih sayang kepada anak agar kegiatan pariwisata menumbuhkan manfaat, cinta alam dan ramah lingkungan,” tegasnya.

Kemudian, dalam rangka mengutamakan keselamatan anak-anak dan keluarga di tempat pariwisata, orang tua harus menghindari mengkonsumsi minuman beralkohol, pemakaian obat-obat terlarang dan segala jenis narkoba.

Di sisi lain, dalam kerangka penyelenggaraan dan managemen pariwisat, ia menghendaki agar kiranya menjunjung tinggi komitmen dalam memastikan penyelenggaraan pariwisata memberikan rasa aman dan nyaman untuk liburan anak dengan mengutamakan aspek keselamatan jiwa anak dari permainan dan hiburan yang ekstrim, membahayakan jiwa, atau mengancam kesehatan anak.

“Memastikan fasilitas pariwisara seperti infrastruktur arena liburan anak agar dapat diakses dengan mudah oleh anak, baik yang bersifat umum (bangunan) yang tidak membahayakan anak, serta fasilitas yang memberi kemudahan bagi anak, misalnya toilet yang memadai/ramah bagi anak atau arena pumping (laktasi)bagi bayi,” ungkapnya.

Demikian juga dengan pelayanan security system berbasis kebutuhan anak dengan mengutamakan pencegahan terjadinya kerawanan kehilangan atau penculikan anak pada tempat destinasi wisata dan selanjutnya respon cepat terhadap penanganan korban pada destinasi wisata terutama lokasi out door dan perairan.

“Penyelenggaraan pariwisata baiknya berkomitmen tidak mempekerjakan anak di bawah 18 tahun baik untuk kepentingan industri hiburan dan pariwisata pada jam 18.00 sd 06.00 dan Tidak pada sektor pekerjaan terburuk, diantaranya mempekerjakan di diskotik dan dan bentuk lain yang tidak ramah anak,”

Pihaknya juga memastikan, penyelenggaraan pariwisata tidak menggunakan jasa anak baik untuk kepentingan industri hiburan dan pariwisata dalam menyediakan, mengajak, melibatkan dan membawa hal-hal yang bersifat pornografi, eksploitasi seksual dan eksploitasi ekonomi.

“Kami hendak memastikan penyelenggaraan pariwisata yang memberikan partisipasi jasa anak berkomitmen tidak memberikan pekerjaan yang berat dan berbahaya secara fisik, dan psikologis untuk anak sesuai dengan aturan yang berlaku dengan tetap menghormati hak-hak dasarnya,” pungkasnya.

Tips Agar Mudik Anak Nyaman

Sementara itu, Susanto selaku Ketua KPAI juga mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terhadap anak. Di antaranya memastikan agar anak disiapkan mainan secukupnya agar nyaman selama dalam perjalanan.

“Pastikan ortu secara kreatif menceritakan keunggulan atau sejarah khas, daerah-daerah yg dilewati saat mudik agar anak mendapatkan khasanah edukasi,” sarannya.

Ia juga memberikan tips agar anak tidak main gadget secara berlebihan, agar tak menimbulkan dampak negatif termasuk “gelisah/melawan” jika anak dipisahkan dari gadgetnya.

“Pastikan anak mengkonsumsi makanan minuman sehat serta diberikan vitamin agar kesehatannya tetap terjaga. Jika anak terlihat lelah saat perjalanan, bisa memanfaatkan rest area untuk istirahat dan mendapatkan suasana baru,” pungkasnya.

 

Eveline Ramadhini