Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Komunitas

by
Valentino Dinsi (kemeja putih). Foto: Zuhdi

KitaMart terus berupaya mengembangkan usaha dan merajut seluruh komponen umat untuk bersama-sama bergabung, menciptakan dan mengasah jiwa entrepreneurship umat, sehingga akan muncul pengusaha-pengusaha muslim yang tangguh.

Wartapilihan.com, Jakarta –-Spirit berjamaah umat Islam dalam Aksi 212 pada 2016 silam jika dikapitalisasi ke dalam sektor pembangunan akan memberikan kemaslahatan lebih luas. Salah satunya adalah sektor riil berbasis ekonomi pemberdayaan dengan mendirikan KitaMart.

KitaMart adalah minimarket yang dibangun dari kebersamaan umat Islam. Ketua 1 Koperasi Syariah 212 Ustaz Valentino Dinsi menuturkan, secara mendasar KitaMart berbeda dengan minimarket lain yang ada di Indonesia. Ia menilai, perbedaan yang mendasar terletak dari kepemilikan dimana peruntukan kepemilikannya kepada umat.

“Kitamart dibangun dengan konsep ekosistem, dimana umat yang sekarang hanya sebagai konsumen diajak untuk membangun ekonomi umat ini untuk menjadi pemilik, konsumen dan juga sebagai marketer,” ujar Dinsi dalam acara gathering Kita Mart di Muamalat Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/4).

“Dengan demikian, konsep dari kita, untuk kita dan oleh kita dapat terjadi dalam bisnis minimarket kitamart ini,” imbuhnya.

Pimpinan Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW) tersebut mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan usaha dan merajut seluruh komponen umat untuk bersama-sama bergabung menciptakan dan mengasah jiwa entrepreneurship umat sehingga akan muncul pengusaha-pengusaha muslim yang tangguh.

“Sejak awal saya sampaikan kita tidak membangun bisnis retail karena akan kalah tempur dengaareenga-gajah besar. Sehingga, kita mengganti dengan bisnis sharing atau kepemilikan secara berjamaah. Maka, secara tidak langsung jamaah adalah endorser,” tuturnya.

Sebab, kata Dinsi, bisnis berbicara tentang growth and sustainibility. Menururnya, masalah bisnis saat ini terdapat tiga aspek. Pertama, sistem. Kedua, price competition. Dan ketiga, ‎replacement.

“Kekuatan bisnis ini adalah members. Makanya, salah satu fungsi ekosistemnya adalah pembinaan. Dan sistem merupakan keuntungan kompetitif yang membedakan dengan tempat lain,” tandasnya.

CEO KitaMart, Sujana menambahkan, KitaMart bukan hanya ingin membangun perekonomian umat semata, tapi juga memberi kesempatan bagi para pengusaha muslim baik produk industry maupun UMKM untuk menempatkan produknya di KitaMart, karena minimal 20% space di gerai kitamart diperuntukan bagi produk-produk UMKM.

“KitaMart saat ini terus bebenah diri, apa lagi dalam dunia retail ini, banyak hal yang perlu diperhatikan, yaitu masalah stock, variant produk, harga yang bersaing,” katanya.

Komisaris Utama KLN (Kita Lintas Nusa) Didik Purwanto, yang juga salah satu partner KitaMart dalam mensuplay kebutuhan barang ke gerai KitaMart, menyampaikan, kecepatan bergerak dan ketepatan strategi dalam pengisian barang di gerai KitaMart akan menjadi salah satu kunci faktor kesuksesan dalam pengembangan usaha mini market retail.

“Kelemahan kita tidak bisa membangun jaringan yang kuat. Akhirnya kita putuskan berdasarkan siapa yang kuat, apakah bentuknya koperasi atau PT. Sehingga, harus kuat dengan sistem cluster regional masing-masing

“Seperti KLN, kita akan fokus di wilayah Jabodetabek. Konsep kita adalah kemitraan. Menentukan produk tidak sendiri. Antara KitaPusat dengan DC (distribution center) terintegrasi,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng Bank Muamalat sebagai partner dalam mengembangkan Kitamart. “Sebab, kami mempunyai misi yang sama, disamping untuk kegiatan perbankan, Bank Muamalat mempunyai komitment dalam pengembangan UMKM yang juga menjadi concern kami,” tandasnya.

Direktur KLN Deden Edi menjelaskan, dalam pengembangan KitaMart, dibutuhkan DC atau distributor yang siap melayani permintaan dari para konsumen Kitamart, terlebih pihaknya seringkali terdapat permintaan khusus dari pemilik gerai yang jumlah pemiliknya bisa sampai 400 orang, sekaligus menjadi konsumennya,

“Hal ini menjadi concern kami dalam melayani para konsumen, dimana kebutuhan gerai sering kali bervariasi. Kami dari distributor berupaya untuk mensuplay barang sesuai dengan kebutuhan. Tepat waktu dan tepat jumlah serta tepat item, menjadi tantangan sendiri bagi kami,” katanya.

Karena itu, simpul Deden, prinsip KitaMart adalah usaha bersama, sehingga harus bersama-sama membangun usaha ini dengan serius, professional dan berdasarkan syarat-syarat perdagangan bersyariah.

“Karena kita berdiri bukan karena kaidah ekonomi dunia semata, tetapi juga berspirit Islamiyah, sehingga mudah-mudahan mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat,” tutupnya.

Ahmad Zuhdi