Penyelidik PBB Carla Del Ponte, Mundur

by
sumber: http://bit.ly/2vvSV1i

Anggota komisi penyelidikan pelanggaran HAM PBB untuk Suriah mengundurkan diri. Penyebabnya karena tidak ada respons oleh Dewan Keamanan PBB atas kejahatan perang yang dilakukan Bashar Assad di Suriah.

Wartapilihan.com, Swiss – Sebuah komisi PBB yang menyelidiki pelanggaran hak-hak Suriah telah mengumpulkan cukup bukti untuk menghukum Presiden Bashar al-Assad atas kejahatan perang. Hal itu diungkap oleh seorang anggota komisi dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Ahad (13/8).

Mantan jaksa penuntut kejahatan perang, Carla Del Ponte, yang sedang bersiap untuk mundur setelah lima tahun bertugas di Komisi Penyelidik PBB di Suriah, mengatakan kepada media Swiss bahwa bukti terhadap Assad cukup untuk menjamin keyakinan kejahatan perang.

“Saya yakin akan hal itu,” katanya kepada Le Matin Dimanche dan mingguan Sonntagszeitung. Ia menambahkan bahwa meskipun tanpa pengadilan internasional atau jaksa yang bertugas untuk percobaan kasus kejahatan perang Suriah, keadilan akan tetap sulit dipahami.

“Itulah mengapa situasinya begitu rumit. Pekerjaan persiapan telah dilakukan, namun demikian, tidak ada jaksa dan pengadilan,” katanya kepada Sonntagszeitung.
“Ini adalah tragedi.”

Del Ponte, seorang warga Swiss berusia 70 tahun yang menjadi terkenal dalam menyelidiki kejahatan perang di Rwanda dan bekas negara Yugoslavia, membuat pengumuman mengejutkan awal bulan ini bahwa dia akan mengundurkan diri dari komisi PBB karena “tidak melakukan apa-apa”.

Dia meratapi bahwa “semua orang di Suriah berada di sisi yang buruk. Pemerintahan Assad telah melakukan kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan dan menggunakan senjata kimia. Dan oposisi sekarang terdiri dari ekstremis dan teroris.”

Dalam wawancara hari Ahad kemarin, dia mengatakan telah menyerahkan surat pengunduran dirinya pada hari Kamis (10/8)  yang lalu, dan bahwa dia secara resmi mundur pada tanggal 18 September, setelah komisi tersebut menyampaikan laporan terakhirnya ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Komisi tersebut telah bertugas untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang di Suriah sejak terjadinya konflik yang meletus pada bulan Maret 2011 dengan demonstrasi anti-pemerintah yang telah berkembang menjadi perang yang kompleks.

Kekerasan terus berlanjut dan telah menyebabkan lebih dari 330.000 orang tewas dan jutaan orang mengungsi. Komisi tersebut telah berulang kali mendesak Dewan Keamanan PBB untuk merujuk situasi di Suriah ke Pengadilan Pidana Internasional, namun tidak ditanggapi.

“Saya tidak ingin menjadi alibi bagi masyarakat internasional yang sama sekali tidak melakukan apa-apa,” kata Del Ponte kepada Le Matin Dimanche, menjelaskan keputusannya untuk meninggalkan komisi PBB tersebut.

“Pengunduran diri saya juga dimaksudkan sebagai provokasi,” katanya, menambahkan bahwa dia berharap ini akan “menekan Dewan Keamanan, yang harus memberikan keadilan kepada para korban.”

Del Ponte mengatakan bahwa jika sebuah proses peradilan internasional pada akhirnya ditetapkan untuk Suriah, “Saya siap untuk mengambil posisi jaksa internasional.”

Dia menekankan bahwa keadilan internasional sangat penting bagi Suriah. Dia melihat kejahatan yang dilakukan “jauh lebih buruk” daripada yang dia lihat di negara bekas Yugoslavia.

“Tanpa keadilan di Suriah, tidak akan pernah ada kedamaian dan karenanya tidak ada masa depan,” katanya.

Moedja Adzim