Perkuat Pendidikan Islam di Afrika Selatan

by
Terdampak gempa bumi Lombok. Foto: Liputan6.com

“Indonesia merupakan contoh yang tepat bagi dunia dalam bidang kerukunan antar-agama,” ujar Syekh Irafaan.

Wartapilihan.com, Afrika Selatan — Dalam rangka mengembangkan dialog dan kerjasama antar agama ke luar negeri dengan mempromosikan kerukunan antar-agama di Indonesia, kebudayaan/peradaban Indonesia berdasarkan Pancasila, Utusan Khusus Presiden RI Untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Din Syamsuddin berdialog dengan tokoh lintas agama dan tokoh adat Afrika Selatan di Cape Town.

Saat menyampaikan pidato kunci, Din Syamsuddin menjelaskan, Pancasila menjadi dasar relasi hubungan antar umat beragama di Indonesia. Din menggarisbawahi, prinsip Bhineka Tunggal Ika merupakan perekat bangsa Indonesia yang majemuk.

“Prinsip unity in diversity, berbeda-beda tetapi satu jua menjadi fondasi kerukunan di Indonesia,” kata Din dalam keterangan pers yang diterima Wartapilihan.com, Jumat (21/9).

Dalam kesempatan itu, Din Syamsuddin juga menilai perlu ada kerja sama yang konkret antara masyarakat Afrika Selatan dan Indonesia. Menurutnya, kerja sama yang sangat mungkin dikembangkan adalah di bidang pendidikan dan keagamaan.

“Saya melihat, pemerintah Indonesia sangat mungkin untuk membantu membangun dan mengembangkan institusi pendidikan Islam di Afrika Selatan ini. Selain itu, di bidang sertifikasi halal juga sangat mungkin dijalin kerja sama,” tutur Din.

Presiden MJC Syekh Irafaan Abrahams menyambut baik gagasan kerja sama antara Indonesia dan Afrika Selatan. Ia juga menilai Indonesia merupakan contoh yang tepat bagi dunia dalam bidang kerukunan antar-agama. Selain itu, Syekh Irafaan mengapresiasi upaya Indonesia mempromosikan wasatiyat Islam (Islam yang moderat) dan prinsip jalan tengah (middle path) kepada dunia.

“Terima kasih kepada Indonesia melalui Prof. Din Syamsuddin yang telah menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang moderat, sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh dunia dan umat manusia,” tutupnya.

Dalam kunjungannya ke Afrika Selatan, Din Syamsuddin juga mengunjungi Makam Syekh Ismail Dea Malela (ulama asal Sumbawa, NTB) di Simon’s Town dan Makam Syekh Yusuf (ulama asal Makassar) di distrik Macassar Cape Town.

Din juga menyampaikan tawaran untuk berkunjung dan belajar di Indonesia, serta tawaran beasiswa dari Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Pamangong, Sumbawa, NTB kepada umat Islam di Afrika Selatan, terutama yang memiliki garis keturunan dari ulama nusantara.

Dialog yang diinisiasi oleh Muslim Judicial Council (MJC) tersebut dihadiri oleh sekitar 50 orang tokoh Muslim, Kristen, Katolik, Buddha, dan aktivis lembaga swadaya masyarakat di bidang lintas agama. Antara lain Uskup Templeton dari Interfaith Community, Uskup Motsolo dari Penganut Ajaran Tradisional, Maulana Abdul Khaliq Allie, Syekh Riyad Fataar, anggota Parlemen Afsel Shahid Esau, Sejarawan Prof. Ebrahiem Rhoda, Ihsaan Taliep dan sejumlah kalangan bisnis dan komunitas adat di Cape Town.

Ahmad Zuhdi