PKS Abstain Di Cirebon

by
Kang Dede Muharam. Foto: wartapilihan.com

“Kesepakatan sebelumnya sudah menentukan calon. Dan calonnya itu tidak terakomodasi. Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf, merekomendasikan Ustadz Dede Muharam. Dan kita sudah melakukan komunikasi-komunikasi tapi tidak ada kesepakatan,” ujar Hadi.

Wartapilihan.com, Jakarta — Pilkada di 171 daerah pada bulan Juni mendatang memiliki kekhasan dan dinamika tersendiri. Fatsoen politik (adab, tata krama dan tanggung jawab) harus menjadikan pijakan dalam melakukan kompetisi yang sehat. Sehingga, tidak memberikan kemadharatan pada spektrum yang lebih luas. Dalam adagium politik dikenal istilah tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan sejati.

Hal itu terbukti dalam Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Kota Cirebon. Pasangan Kang Dede Muharram (KDM) – Karso (Ketua DPD PKS Cirebon) yang sejak awal diusung dan didukung oleh puluhan Ormas (organisasi masyarakat) Islam dan ulama se-Cirebon kandas di injury time menjelang penutupan pendaftaran di KPUD Cirebon.

KDM sapaan akrab masyarakat Cirebon ditewaskan oleh Pasangan Brigjen Pol Siswandi-Euis Fety yang mengklaim telah mendapat dukungan dari PKS, Gerindra dan PAN. Padahal, PKS sebagai partai pengusung enggan menghantar pasangan Siswandi-Euis mendaftar ke KPU sampai pukul 00.00 dini hari dan sempat terjadi polemik antara pendukung Siswandi dan internal PKS.

Merespon hal itu, Sekretaris DPW PKS Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya menegaskan, dalam Pilkada serentak 2018 PKS mengambil keputusan abstain untuk Pilwalkot Cirebon. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan kebijakan partai, atas dasar kesepakatan Majelis Dewan Syuro (MDS) PKS. Dimana dalam pembahasannya ada dualisme, sehingga sebagai langkah terbaik yakni abstain dalam Pilwalkot Cirebon.

“Pada prinsipnya, atas pertimbangan- pertimbangan, dan komunikaai kita dengan teman-teman gerakan 212, kami putuskan abstain di Pilkada Kota Cirebon,” kata Hadi seperti dikutip Cirebonpos.com, Kamis (11/1).

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan, keputusan (abstain) diambil dalam rangka menjunjung kesepakatan yang telah diambil, yang diputuskan gerakan 212 dan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah melalui aspirasi-aspirasinya. Sebab, kata dia, sosok yang akan maju sebagai calon (Siswandi) tidak ada hubungannya dengan sosok yang diusung oleh Koalisi Umat. Koalisi yang menjadi aspirasi gerakan, jelasnya, adalah bakal calon dari Partai Gerindra yakni Kang Dede Muharam (KDM).

“Kesepakatan sebelumnya sudah menentukan calon. Dan calonnya itu tidak terakomodasi. Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf, merekomendasikannya Ustad Dede Muharam. Dan kita sudah melakukan komunikasi-komunikasi tapi tidak ada kesepakatan,” sesal dia.

Kendati demikian, dengan segala kerendahan hati dan tawakkal pada Allah, KDM melalui keterangan persnya menghaturkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak, atas perhatian, kerjasama, support energi, waktu, moril serta materil, yang dengan penuh keikhlasan dan semangat berniat mulia untuk mewujudkan Kota Wali tercinta, sebagai kota yang religius, modern dan sejahtera.

“Mohon maaf setulus-tulusnya jika ikhtiar saya (KDM) masih belum maksimal dan jauh dari sempurna, sehingga Allah belum berkenan untuk saya (KDM) berpartisipasi dalam pilwalkot Cirebon. Semoga ini akan jadi Ibroh dan pelajaran mahal untuk terus meningkatkan kualitas perjuangan serta ukhuwah kita dimasa depan, sekaligus mematangkan azam kita untuk melahirkan pemimpin Cirebon masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

“Kita tetap berharap dan ikhtiar semoga Allah akan memberikan yang terbaik untuk kota Cirebon yang kita cintai ini. kepada Allahlah kita berserah diri setelah ikhtiar yang maksimal kita lakukan, seraya berharap ridho-Nya selalu dalam niat dan langkah baik kita. Jazakumullah khoiron. Amiiin yaa Mujiibassaailiin,” tutup KDM.

Diketahui, Brigjen Pol. Siswandi menjabat sebagai Kanit II DIT.IV/TP Narkoba dan KT Bareskrim sejak tahun 2006 hingga sekarang. Perwira tinggi Polri ini berjanji jika dirinya terpilih sebagai Wali Kota, gajinya akan diperuntukkan untuk pembangunan di lima kecamatan yang ada di Kota Cirebon. Hal itu sesuai dengan slogan yang selalu dicanangkannya yaitu Semua Itu Satu , Bekerja-Berkarya-Mengabdi (SIS BBM). Sebelumnya, Siswandi merupakan kader Partai Golkar, namun setelah kalah dalam konvensi, dirinya berpindah haluan ke Partai Gerindra.

Ahmad Zuhdi