Rokok Merusak Mutasi DNA

by
Merokok dapat menyebabkan mutasi genetik yang berdampak pada keturunan. Foto: berbagai sumber.

Berdasarkan riset terbaru, merokok dapat merusak hingga ke gen manusia yang berpengaruh kepada keturunan.

Wartapilihan.com, Jakarta — Tahukah Anda? Merokok dapat memberikan efek merusak hingga ke level gen di dalam tubuh manusia. Susunan asam dioksiribonukleat (DNA), material genetik yang membentuk makhluk hidup, akan mengalami mutasi besar akibat terpapar racun di dalam rokok.

Berdasarkan laman tempo.co, mutasi DNA merupakah perubahan pada kode material genetik yang didapat karena faktor keturunan atau dalam perjalanan hidup dan muncul di dalam jaringan tertentu. Mutasi juga bisa terjadi saat susunan DNA tak tersalin secara utuh saat pembelahan sel atau terkena pengaruh faktor lingkungan, seperti (1) sinar ultraviolet dan (2) senyawa kimia di dalam asap rokok.

Hasil riset yang dimuat dalam jurnal Science menunjukkan adanya peningkatan mutasi DNA di dalam tubuh perokok. Mutasi itu berkorelasi dengan risiko munculnya kanker.

“Dengan mengidentifikasi akar penyebab kanker, kita bisa mempertimbangkan lebih serius pencegahannya,” kata David Phillips, peneliti dari King’s College London yang terlibat dalam riset tersebut, baru-baru ini.

Orang yang merokok hingga sebungkus dalam sehari selama setahun mengalami 150 mutasi di sel paru-paru. Sekitar 100 perubahan DNA juga terjadi di sel laring alias kotak suara. Mutasi lainnya dialami juga pada material genetik di sel rongga mulut, kandung kemih, hati, dan sejumlah organ lainnya.

Sejauh ini, senyawa di dalam asap rokok diketahui meningkatkan risiko sedikitnya 17 jenis kanker. Setidaknya ada 70 dari 7.000 senyawa di asap rokok yang berkaitan dengan kemunculan kanker.

“Sebagian langsung merusak DNA, sedangkan sisanya memicu mutasi yang akan berdampak parah belakangan. Semakin banyak sel seseorang bermutasi, kian tinggi risikonya terkena kanker,” lanjut David.

Menurut dia, ada kemungkinan orang bisa merokok dalam waktu panjang tanpa terkena kanker, sementara perokok lain begitu mudah sakit. Hal ini berkaitan dengan seberapa cepat mutasi genetik itu muncul setelah terpapar senyawa kimia.

Sementara itu, menurut Ludmil Alexandrov, peneliti biologi dari Los Alamos National Lab di New Mexico, kondisi tersebut mirip Russian roullette, permainan keberuntungan menembak menggunakan pistol berisi satu peluru ke kepala.

“Anda bisa saja beruntung senyawa kimia tak menyerang gen. Selama masih merokok, Anda tetap terlibat dalam permainan itu. Jadi, memang lebih baik tidak usah merokok,” tukas Alexandrov.

 

Eveline Ramadhini