Sekolah Bagus Kok Mahal?

by
foto:istimewa

Oleh : Dr Adian Husaini

Pada kesempatan ini Dr Adian membahas tentang pentingnya kualitas guru dibanding sarana prasarana. Silakan menyimak :

Wartapilihan.com, Jakarta –Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, teman-teman hari ini hari terakhir saya dan pak Indra dan pak Ardiansyah menuju bandara sekalian kita membahas tentang masalah pendidikan juga. Di dalam KLIPIK kita akan membedah insya Allah tentang masalah-masalah aktual dalam pendidikan kita, kali ini kita akan membahas tentang sekolah mahal.

Saya mungkin sudah sulit dihitung yah sudah berapa kali dapat pertanyaan dalam acara-acara dialog, seminar tentang mengapa sih kalau sekolah-sekolah yang bagus itu mahal. Makanya banyak yang bertanya itu kenapa sih sekolah islam itu mahal? Nah sebenarnya kita kembalikan ke diri kita sendiri apakah mahal tidak itu. Memang umum yah orang mengatakan kalau masuk SMP misalnya sekarang ada yang uang masuknya saya dengar hampir 100 juta bulanannya di atas 5 sampai 8 juta.

Nah itu tentu bagi kebanyakan orang seperti saya misalnya itu kategorinya mahal tetapi mungkin bagi orang-orang yang tertentu dan terbukti banyak juga yang masuk kesitu mungkin itu bagi mereka tidak terlalu mahal. Artinya mahal, tapi mereka yang mampu, bagi mereka kecil gitu uang bulanan 1 anak 8 juta. Saya pernah masuk mengisi di satu sekolah, sekolah Islam boarding school itu uang masuk ada yang 40 juta ada yang 50 juta ada yang 80 juta tingkat SMP. Dan itu uniknya banyak sekali orang-orang kita yang mau mengarahkan anak nya sekolah itu, justru itu kita syukuri ya sekolah Islam ini mendapat kepercayaan, mendapatkan pengakuan, mahal sekali nilai kepercayaan itu.

Dulu tahun 70/80-an sampai 90-an saya belum menjumpai fenomena seperti ini. Kemudian ada sebagian kecil sekolah teertentu saja tapi sekarang banyak sekali yang seperti ini. Sekolah-sekolah yang kategorinya Islamic boarding school dan sebagainya yang uang masuknya sangat tinggi.

Sekarang bagaimana kita menyikapi itu? Menurut saya tergantung dari kitanya. Jadi jangan sampai kita menganggap sekolah itu mahal pasti bermutu, mungkin sarana prasananya lebih baik, tapi jika bicara pendidikan yang utama ya tentu bukan gedung, bukan sarana prasana karena itu penunjang. Dan beberapa yang saya dengar, saya belum meneliti sendiri, pengaruh dari sarana prasana atau kualitas prestasi pendidikan siswa atau santri itu tidak terlalu signiftikan.

Jika pendidikan itu paling penting adalah guru, kualitas guru. Kita sangat akrab yaitu ‘mahfudhat’ pesantren thariqah ahammu minal maddah, ustadzu ahammu minal thariqah, al bukhuru ustadz minal ustadz. Metode lebih penting dari materi, guru itu lebih penting dari metode dan jiwa guru itu lebih penting daripada guru itu sendiri.

Jadi yang paling penting adalah jiwa guru, semangat guru untuk mendidik, kualitas guru untuk menguasai bidang ilmu, itu yang terpenting. Jangan sampai sarana prasananya melimpah tapi gurunya itu kurang ghirahnya, ghirahnya hilang. Jadi jangan sampai guru memandang pekerjaan mengajar, mendidik itu adalah sebagai tukang ngajar saja. Padahal mendidik itu adalah pekerjaan yang mulia sebuah pujian fisabilillah kata Rasulullah saw, man kharaja ila thalabil ilmi fa huwa fi sabilillah hatta yarji’a. Barang siapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu maka dia sudah berjihad di jalan Allah.

Bagi saya, sekolah mahal itu pertama kita syukuri sebagai kepercayaan umat Islam mau memberikan infaq besar ke dunia pendidikan dan juga kita jangan salah paham, bahwa kualitas pendidikan itu yang utama bukan oleh sarana dan prasana. Demikian KLIPIK kali ini kita membedah masalah-masalah aktual semoga bermanfaat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. II