Survei Median: Yang Inginkan Presiden Diganti Lebih Besar

by
Sudarto mempresentasikan hasil survei Median, di Cikini, Jakarta, (16/4/2018). Foto: Eveline.

Lembaga survei Median mempublikasikan hasil surveinya mengenai elektabilitas pasangan menjelang pendaftaran Pilpres 2019.

Wartapilihan.com, Jakarta –Survey yang dilakukan sejak 24 Maret hingga 6 April ini menunjukkan temuan-temuan menarik. Salah satunya, jumlah koresponden yang ingin Joko Widodo diganti lebih besar daripada melanjutkan jadi Presiden RI selama dua periode.

“Jumlah koresponden yang berharap Jokowi kembali memimpin mencapai 42,22 persen, sedangkan diganti tokoh lain 46,3 persen,” jelas Sudarto, Direktur Riset  Median, di Cikini, Restoran Bumbu Desa, Jakarta (16/4/2018).

Sudarto mengemukakan, survei yang dilakukan ini tidak berbeda jauh dengan bulan Februari. Faktor yang paling mempengaruhi Pilpres 2019 pada Jokowi yaitu lemahnya ekonomi.

“Kinerja ekonomi belum membaik sampai April. Kenaikan listrik, sembako mahal, pekerjaan susah, ekonomi sulit. Itu paling susah bagi Jokowi.

Masyarakat memang melihat Infrastruktur menjadi suatu keunggulan tapi tidak mampu menutupi kondisi ril dari kebijakan ekonomi,” papar Sudarto.

Menurut Sudarto, elektabilitas Jokowi bisa semakin naik apabila program soal ekonomi lebih kena terhadap rakyat. Namun, juga bisa sebaliknya apabila kesejahteraan ekonomi tidak bisa dipenuhi.

Sebanyak 63,8 persen koresponden juga belum mau memilih Jokowi kembali sebagai presiden lagi dibandingkan tokoh lainnya, karena itu Sudarto menekankan prosentase pemilih alternatif masih cukup besar. “Prosentase pemilih alternatif masih besar,” tukas Sudarto.

Hal itu terlihat dari Jokowi yang dipilih sebanyak 36,2 persen, disusul Prabowo (20,4 persen), Gatot (7,0 persen), Jusuf Kalla (4,3 persen) dan Anies Baswedan (2,0 persen).

Survei yang menggunakan 1,200 responden dengan margin of error sebesar 2,9 persen ini juga menunjukan beberapa tokoh yang mengalami kenaikan elektabilitas seperti Muhaimin Iskandar (1,9 persen), Gatot Nurmantyo (7,0 persen), Jusuf Kalla (4,4 persen), Muhammad Zainul Majdi (1,5 persen), Anis Matta (1,7 persen).

Sudarto juga menjelaskan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi partai Islam yang paling kuat saat ini, yakni sebesar 8,5 persen, dilanjutkan PPP (3,6 persen), PKS (2,9 persen), PAN (2,0 persen) dan PBB (0,6 persen).

 

Eveline Ramadhini