UMMI FARIDA NATSIR YANG ANANDA KENAL

by
Dato' Dr. Anwar Ibrahim menyerahkan plakat kehormatan kepada Ummi Ida mewakili keluarga M. Natsir, 10 Januari 2009 di Universitas Antar Bangsa Malaysia. Foto: Dok. DDII.

Oleh: Ananda Fiellaah Teten Romly Qomaruddien

Detailnya ananda pun tak begitu kenal siapa dirimu ummi …. Namun, sejak ananda ikut bergabung menjadi barisan bocah-bocah Kramat Raya 45, sejak tahun 1992-an (LPDI _tempo doeloe) sering melihat dirimu hadir dalam perhelatan-perhelatan yang digelar keluarga besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia atau keluarga besar Bulan Bintang, yakni para aktivis Masyumi yang waktu itu masih banyak yang belum dipanggil Ilahy Rabbi …

Wartapilihan.com, Jakarta –Walau ummi seorang wanita, namun tatapan matamu tak bisa menghilangkan jejakmu sebagai putri orang besar di ranah perjuangan ini. Akhirnya, ananda tau bahwa dirimu adalah Ummi Hj. Asma Farida binti Allaahu yarhamh Mohammad Natsir.

Di sela-sela aktivitas yang ananda jalani, sosokmu kerap muncul sekalipun berjalan begitu saja. Ananda tau, ummi jarang bicara, namun sekali-kali umi terlihat mengacungkan tangan kalau hadir di rapat-rapat. Kini ananda semakin yakin, darah juang ayahanda begitu tetap bergelora, berdesir dalam hati, istiqamah ikuti zaman.

Pengetahuan ananda tentang ummi pun kian bertambah, seiring proses perjalanan da’wah yang dialami dalam ruang lingkup ananda, di antaranya:

Pertama; Semasa masih bersama kawan-kawan di Keluarga Mahasiswa Lembaga Pendidikan Da’wah Islam (KM-LPDI) Jakarta. Kawan-kawan akhwat sering cerita tentangmu dan keluarga (terutama cucu cicit yang menurut kabar Ukhti Sundari Allaahu yarhamhaa dan kawan-kawan sering mengajar ngaji cucu-cicit Abah).

Kedua; Selagi turut serta Mukhayyam Pemuda Persatuan Islam di komplek dan lapangan/ perkebunan Pondok Pesantren Darul Falah Ciampea Bogor Jawa Barat, yang ternyata ummi tinggal di komplek mubarakah ini bersama suami tercinta Allaahu yarhamh Bapak Ir. Shaleh Widodo.

Ketiga; Semasa awal perintisan Pusdiklat Dewan Da’wah tahun 1999 di Desa Setiamekar Tambun Selatan Bekasi yang berlanjut dengan.pendirian Sekolah Tinggi Da’wah Mohammad Natsir (STID) yang dulu namanya UNIM. Keluarga besar anak-cucu Allaahu yarhamh Pak Natsir hadir dan mengenalkan diri satu persatu.

Keempat; Kalau ada rapat-rapat penting di Kramat, ummi pun hadir. Terkadang pula ikut di taklim Majelis Reboan yang didominasi muslimah Al-Furqon Dewan Da’wah.

Kelima; Dengan idzin Allah ‘Azza wa jalla, anak-cucu Ummi Ida (Uda Nouval – Teh Shofie dan anak-anak) berangkat umrah bersama Hudaya Travel Dewan Da’wah yang ananda sendiri me jadi musyriefnya. Di situlah, Uda Nouval dan Teh Shofie cerita banyak silsilah keluarga.

Keenam; Shilaturrahim pun berlanjut, ketika putra ke-2 ananda (Imam Miftaahus Sunnah, adiknya Yazied dan kakaknya Hisyam) ikut menimba ilmu di PP. Darul Falah walau tidak lama. Dari situlah, semakin tambah pengetahuanku tentang keluarga Ummi Ida dan Bapak Shaleh dan perannya di Darul Falah, terlebih orang tua dan guru kami Al-Faadhil KH. Kamaluddin Iskandar, LC. yang dulu tinggal lama di Bogor dan Darul Falah. Beliau pun cerita banyak tentang pondok pesantren pertanian ini.

Ketujuh; Saat Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) dan Dewan Da’wah Bogor Raya yang dipimpin Allaahu yarhamh KH. Khairul Yunus menyelenggarakan Daurah Ghazwul Fikri di Daarul Falah, menyikapi berbagai problematika dan fenomena Aliran-aliran menyimpang, di mana ananda sebagai salah satu pematerinya.

Kedelapan; Ketika ananda berkesempatan mendapatkan kehormatan untuk dapat menyampaikan materi di keluarga besar anak-cucu Ummi Ida di kediamannya dalam lingkungan Daarul Falah dan rumahnya Uda Nouval dan Teh Shofie di daerah radius Yasmin Bogor. Subhaanallaah, ummi Ida pun senantiasa hadir membersamai keluarga, bahkan tak segan-segan memberi contoh bertanya tentang sesuatu yang beliau anggap perlu ditanyakan.

‘Alaa kulli hal, kini Ummi Ida telah meninggalkan kita tepat pukul 22.32 WIB (8/ 08/ 18) setelah dirawat di RS. Medika Dermaga Bogor. Semoga Ummi Ida senantiasa mendapatkan tempat yang mulia (maqaaman mahmuudan) di haribaanNya. Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa ‘aafiehaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wa wassi’ madkhalahaa … Aamiin